Café Idle Tone

Aroma khas biji kopi terpanggang dan pelitur yang menyatu di udara menyambut penciuman Yeon di langkah kaki pertama saat memasuki tempat itu.

Sebuah warung kopi baru saja dibuka tidak jauh dari tempatnya bekerja. Yeon kebetulan sedang membutuhkan stimulus kafein karena Hong Se-joon membuatnya lembur untuk menyelesaikan laporan bulanan yang harus ada di meja kerjanya besok pagi.

Direktur perusahaan di tempat Yeon bekerja itu agak terburu-buru saat memberinya tugas sebab istri sang direktur terlanjur memesan tiket liburan musim panas ke Yunani tanpa sepengetahuannya. Sebagai kejutan, tentu saja, Hong Se-joon sendiri yang bercerita. Padahal, akhir bulan ini ada proyek penting yang dilimpahkan ke perusahaannya karena memenangkan tender, namun Hong Se-joon tidak bisa mengubah rencana liburan istrinya begitu saja.Read More »

Advertisements

Jawaban Seorang Hipokrit

Enam kaleng bir dan satu pak permen karet diletakkan di atas meja kasir oleh seorang pria muda berjanggut dan berkumis tipis yang tercukur rapi. Pria muda itu melempar senyum, entah ke arah siapa, sambil mengeluarkan dompet dari saku celananya yang berbahan katun, tipis dan terkesan ringan dalam sekali pandang, kendati penampilannya terlalu rapi untuk membeli bir di jam kerja kantor.

Pria muda itu kemudian menyodorkan beberapa lembar sepuluh dolar pada si penjaga kasir, yang menerimanya tanpa mengatakan apa-apa. Ia sempat membaca tulisan yang tertato pada tangan kanan si penjaga kasir saat memberikan uangnya, lalu mengulum senyum.

Do you believe in God?Read More »