Dongeng Kerajaan di Masa Kini

Menurutku, aku ini orang dengan pola pikir cukup sederhana — kadang kala. Hanya mendengar kata-kata itu, imajinasi terliarku bilang bahwa pasangan ini akan memberikan cerita yang sama mengesankannya dengan versi-versi terdahulu, baik drama serial maupun manhwa-nya. Aku spontan mengulang dialog di atas dengan menambahkan, “Tapi sekarang kau adalah tunanganku, kau juga akan menjadi permaisuri [hati]ku.” ❤

Aku menonton serial televisi “Princess Hours” mulai minggu ini. Belum lama aku mengetahui bahwa drama ini akhirnya tayang di Thailand sejak bulan April lalu. Untung saja, aku tidak ketinggalan terlalu banyak. Namun, masalahnya sekarang adalah bagaimana caranya aku bertahan sampai hari Senin dan Selasa tiba? Aku tidak pernah begitu menantikan hari Senin, asal kau tahu, setidaknya di semester ini sebab hampir semua mata kuliah yang kuambil diselenggarakan pada hari itu — dan Selasa (atau Rabu).

Sebagai penggemar Princess Hours (atau Goong ‘Palace’), sejak mendengar kabar bahwa Halo Production akan menggarap versi Thailand dari alur cerita tersebut, aku benar-benar merasa antusias. Aku menyukai Lee Shin dan Shin Chae-kyung yang diperankan oleh Joo Ji-hoon Sunbaenim dan Yoon Eun-hye. Tetapi, aku juga tidak keberatan untuk mengenal Putra Mahkota Inn dan Khanning dari Kerajaan Bhutin yang diperankan oleh Tao dan Pattie. Apalagi, ini bukan karya pertama mereka yang kutonton. Aku mengenal P’Pat dari serial Hormones, sedangkan P’Tao kukenal lewat Kiss Me — aku suka King by the way, hanya karena peran Mike di sini benar-benar minim, menurutku. Bagaimana menurutmu?

Aku membaca beberapa komentar penonton di Forum Soompi hari ini. Banyak yang memberikan ulasan negatif dan kritik, tetapi menurutku, aku tidak harus setuju dengan semua itu.

Sampai episode ke-13 dan 1 episode behind the scene yang kutonton, aku menyukai drama ini secara keseluruhan. Aku memang punya kritik, sama seperti yang lain, tetapi hal itu tidak terlalu menggangguku. Sebab, kalau drama ini terlalu sempurna, apa jadinya?

Aku bukan penggemar fairy tale, setahuku, namun sejak kecil sudah terbiasa dengan hal-hal imajinatif dan dongeng sehingga cukup paham bahwa semua itu seringkali tidaklah nyata. Tidak ada sosok Cinderella yang kukenal di sekelilingku. Tetapi, aku percaya, tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan berkehendak. Jadi, pasti ada sosok-sosok seperti Cinderella di luar sana, termasuk yang kisahnya diangkat ke layar kaca sebab tidak ada salahnya menikmati hiburan sesekali, bukan?

Sebagaimana yang dikatakan Park Mi-seon, panelis dalam acara “We Got Married”, “Pasangan yang saya suka itu ketika menganggap satu sama lain sebagai suami-istri.”

Meskipun interaksi P’Tao dan P’Pat di belakang layar akrab layaknya teman, interaksi mereka sebagai Inn dan Khanning-lah yang kusuka.

Menurutku, alasan utama yang membuatku jatuh cinta pada Princess Hours sejak dulu adalah pola pikir tersebut. Kau memang bisa jatuh cinta pada siapa pun tanpa kau kehendaki, tetapi kau tidak bisa menikahi siapa saja hanya karena mencintainya. Sebab, menghabiskan waktu “selamanya” dengan seseorang bukanlah perkara mudah untuk diputuskan. Sesering apa pun mengatakan bahwa aku ingin menikah muda, tetap saja hal itu baru akan terjadi jika aku sudah siap — saat Tuhan berkata, “Inilah saatnya.”

Bukan begitu?

Tetapi Khanning … seperti ibu suri yang melihat kebaikan hatinya karena rela mengorbankan mimpi dan keinginannya sendiri demi keluarga, serta Inn yang lebih memilih Khanning, daripada Khun Minnie, sebagai seseorang yang harus menemaninya seumur hidup dan terjebak di istana, keputusan mereka membuatku berpikir bahwa mencintai sesuatu tidaklah sulit. Kau hanya perlu belajar untuk memahami dan menerimanya sedikit demi sedikit. Pada akhirnya, kau akan menemukan kenyamanan itu saat sudah terbiasa.

Bagiku, seorang perempuan memang sudah sewajarnya belajar mencintai laki-laki. Tidak semua pasangan memulai suatu hubungan dengan saling mencintai, bukan? Kurasa hal itu juga berlaku padaku. Meskipun selama ini, cenderung tidak stabil. :v

Kalian harus menonton drama serial ini kalau menikmati “Princess Hours” versi Korea Selatan (drama serial atau manhwa), jalan cerita sejenis “Cinderella”, drama Thailand, coming of age story, kehidupan monarki, arranged marriage ‘perjodohan’, pernikahan dini, dan menyukai P’Tao atau P’Pat. He-he.

Tidak ada salahnya menonton serial ini sebagai perbandingan dari karya-karya sebelumnya, apalagi jika mereka menyuguhkan beberapa hal baru yang tidak ada dalam adaptasi sebelas tahun yang lalu. Aku sendiri menemukan sosok putra mahkota baru untuk digemari, bukankah menyenangkan? 😂

*

Advertisements

Any comment would be lovely. ♡

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s